BERANI SUKSES…BERANI DAGANG

8. Kiat Sukses Usaha Dagang Yang MenguntungkanKarena hari libur untuk mengisi waktu saya coba untuk menulis apa saja yang ada di pikiran saya. Terlintas di pikiran akan sebuah bisnis yang lagi berkembang saat ini yaitu bisnis online. Banyak dari kita tidak mengambil kesempatan ini dan hanya menjadi penonton.

Padahal kenyataan di lapangan kita bisa melihat rata rata orang sukses sebagian besar mereka adalah pebisnis alias pedagang mulai dari pedagang tradisional maupun modern. Mulai dari jualan sayur sampai jualan property….mulai dari tanpa modal sampai yang bermodal miliaran. Tapi inti nya mereka suskes karean berani jadi pedagang, sementara yang lain yang masih nyaman dengan zona kenyamanan hidup hanya mengikuti arus dan menjadi orang kabanyakan yang sibuk mencari uang dan tidak bisa menikmati uangnya serta waktunya.

Kenapa takut jadi pedagang ?

1. Ketakutan

Selamat bergabung dalam kelompok orang-orang yang merasa takut! Tidak ada entrepreneur yang tidak takut. Semua entrepreneur mengalami perasaan yang sama. Hanya yang membedakan tinggal berani ambil resiko atau tidak. Justru Anda bisa memanfaatkan rasa takut Anda tersebut untuk mendorong diri memulai bisnis. Sederhana saja, tanyakan pada diri sendiri, “apa saya tidak takut kalau cita-cita saya nanti tidak akan pernah tercapai hanya gara-gara saya tidak berani memulainya?” Memang butuh persiapan untuk memulai suatu bisnis

2. Tidak Memiliki Koneksi Yang Baik
Semua mungkin sepakat bahwa di dalam menjalankan bisnis, koneksi itu merupakan hal penting. Mungkin Anda tidak mengenal orang-orang besar, pengusaha, pejabat, dan lain-lain, sehingga Anda merasa semuanya tidak mungkin. Padahal jika Anda sadari, banyak sekali orang-orang hebat yang ada di social media. Anda bisa memperkenalkan diri, siapa dan apa bisnis yang dijalankan,. Kemudian Anda akan diabaikan. No problem, karena orang hebat tidak akan buang-buang waktu untuk membalas perkenalan Anda, jika dianggap tidak terlalu penting. Tugas entrepreneur setelah itu adalah buat satu alasan kenapa mereka membutuhkan kita. Karena ketika ada kebutuhan, maka siapapun akan mencari cara untuk memenuhinya.

3. Tidak Punya Uang
Ya, karena itu juga seharusnya mulai lah berbisnis, untuk mendapatkan uang. Entrepreneurial adalah ilmu dan seni mendapatkan lebih banyak lagi dari segala kekurangan yang ada, seperti kekurangan modal, kekurangan waktu, kekurangan keberenian, kekurangan kemampuan, kekurangan orang, kekurangan tempat, dan lain sebagainya. Bagaimana cara mengatasi semua kekurangan itu? Itu lah mengapa orang berbisnis. Berpikir dan Lakukan, fokus menyelesaikan masalah-masalah itu dengan sendirinya tanpa diperintah.

4. Tidak Punya Waktu

Tidak Punya Waktu
Apakah seorang pengusaha sukses memiliki 8 hari dalam seminggu? 25 jam dalam satu hari? Atau 70 menit dalam satu jam? Tidak. Mereka juga punya waktu yang sama 7 hari dalam seminggu, 24 jam dalam satu hari, dan 60 menit dalam satu jam. Yang membedakannya adalah, apa yang dia lakukan saat kita menonton tv, apa yang dia lakukan saat kita bermain game di ponsel, atau apa yang dia lakukan saat kita tidur. Semua orang punya waktu yang sama.

5. Tidak Menguasai Bidang
Good! Tahu masalahnya, berarti harus cari solusinya. Apa solusinya? Pelajari bidang itu! Itu mengapa orang sekolah, kuliah, dan mengikuti pelatihan-pelatihan. Pelajari, baca banyak buku tentang bidang itu, praktekan, pelajari lagi, praktekan lagi dan begitu seterusnya. Pada waktunya akan lahir seorang “ahli” dibidang tersebut. Setiap orang meraih pengetahuan dan kemampuan, karena pengetahuan dan kemampuan tidak turun dari langit begitu saja.

6. Tidak Berani Mengambil Resiko
Resiko hidup yang paling besar adalah ketika memutuskan tidak berani mengambil resiko. Dengan memutuskan untuk tidak mengambil resiko, maka ada resiko juga yang tercipta, yaitu cita-cita tidak akan pernah tercapai, dan hidup layaknya kebanyakan orang di zona nyaman. Anak dan cucu tidak akan pernah mendengar cerita hebat orang tua mereka, selain cerita tentang superman.

7. Menunggu Semuanya Hingga Sempurna
Apakah ponsel yang Anda gunakan saat ini adala produk yang paling sempurna? Tidak, tapi perusahaannya luar biasa besar. Karena mereka selalu menyempurnakan seiring waktu. Bukan menunggu hingga sempurna.

8. Akan Sangat Memalukan Jika Gagal
Kegagalan akan menjadi bahan pembicaraan orang lain. Ini juga menjadi alasan kenapa orang takut memulai bisnis, karena jika gagal, mereka akan malu gara-gara dibicarakan. Sebetulnya malu adalah sikap yang manusiawi, sama seperti perasaan sedih atau marah. Tapi orang hebat mana yang tidak pernah mengalami kejadian memalukan? Bill Gates tidak lulus studi, memalukan. Kemudian suatu hari kita juga membaca “I failed my exam in some subjects but my friend passed. Now he is an engineer in microsoft and I’m the owner”. Poinnya adalah, tak perlu takut gagal, gagal memang memalukan, tapi malu itu penting untuk mendorong kita belajar lebih banyak lagi agar tidak gagal lagi kemudian hari.

(sumber : http://www.krona.cc/blog/item/35-alasan-bisnis)

Konsep Islam di Dalam Berdagang

Suatu kali ada seorang anak bertanya ” Apa sih pekerjaan Rasulullah itu?. Ini menyadarkan saya bahwa ternyata profil Nabi Muhammad yang seorang pedagang ulung masih belum terlalu populer dikalangan anak muda jaman sekarang. ini menjadi salah satu penyebab generasi sekarang berlomba-lomba menjadi pegawai negeri atau karyawan daripada menjadi pengusaha.
Rasulullah s.a.w. menyerukan supaya kita berdagang. Anjuran ini garis-garis ketentuannya diperkuat dengan sabda, perbuatan dan taqrirnya.

Dalam beberapa perkataannya yang sangat bijaksana itu kita dapat mendengarkan sebagai berikut:

“Pedagang yang beramanat dan dapat dipercaya, akan bersama orang-orang yang mati syahid nanti di hari kiamat.” (Riwayat Ibnu Majah dan al-Hakim)

“Pedagang yang dapat dipercaya dan beramanat, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercaya dan orang-orang yang mati syahid.” (Riwayat al-Hakim dan Tarmizi dengan sanad hasan)

Kita tidak heran kalau Rasulullah menyejajarkan kedudukan pedagang yang dapat dipercaya dengan kedudukan seorang mujahid dan orang-orang yang mati syahid di jalan Allah, sebab sebagaimana kita ketahui dalam percaturan hidup, bahwa apa yang disebut jihad bukan hanya terbatas dalam medan perang semata-mata tetapi meliputi lapangan ekonomi juga.

Umat Islam ini kekuatannya adalah berusaha, tanpa usahawan-usahawan yang baik, siapa yang akan membayar zakat, infak dan sedekah, untuk membiayai dakwah ini. Kalau yang berusaha lebih banyak nonmuslim, tentu mereka tidak akan keluarkan zakat. Jadi perlu ditumbuhkan banyak pembayar zakat. Itu juga bagian dari dakwah. Sejarah Rasulullah dimulai dari seorang pengusaha, Siti Khadijah juga pengusaha, dan pada dasarnya Islam datang dari Arab itu bukan dibawa oleh ulama. Islam dibawa oleh para pedagang. Bukan pula para dai yang membawa ajaran Islam ke Indonesia tetapi para pedagang, saudagar.

Kita semua menyadari bahwa tanpa peningkatan pendidikan, umat Islam akan selalu ketinggalan. Pemerintah tentu selalu berusaha meningkatkan pendidikan untuk seluruh bangsa. Apabila kita berbicara seluruh bangsa itu berarti 85% umat Islam yang akan ditingkatkan pendidikannya. Akan tetapi itu belum cukup tanpa partisipasi kita semua khususnya umat Islam. Apalagi upaya-upaya yang lainnya seperti dakwah. Dakwah adalah upaya meningkatkan keimanan, pengetahuan, dan kecintaan kita terhadap Allah SWT.

Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup abadi; Dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan kami akan mati besok. Begitu untaian bijak yang disinyalir diungkap Sayyidina Ali ibn Abu Thalib RA beberapa abad lalu. Intinya: perimbangan mencari urusan dunia (kerja, usaha, bisnis) dan akhirat (kebaikan, pahala).

Bagi sebagian kalangan yang berangapan bahwa dakwah dan dagang itu terpisah, artinya kurang pmahaman, kita bisa mngkaji sunnah Rosulullah dimana berdagang itu untuk menopang dakwah, apalagi soal keilmuan dan sumber daya, gak mungkin kia mengandalkan donasi sedekah jamaah terus, atau minta2 dipinggir jalan dsb kalau semuanya memiliki kesadaran akan hal ini, banyak diantara rekan yg salah menyikapi soal pondok jualan susu, padahal dananya akan dialokasikan untuk operasional pesanren, penghafal Qur’an, larinye juga ke ustadz-ustadz yg begitu banyak, prasarana dst. Malahan kalau diantara jamaah yg ikutan promoin produk pesantran yg sudah jelas, ke rekanan lain, Insya Allah ada pahalanya, ikutan memajukan dakwah, ikutan andil dalam pergerakan majunya sumber daya Islam di tanah air. (sumber : https://suksesitudekat.wordpress.com/2012/01/24/anjuran-berdagang-dalam-islam/)

Demikian sedikit sharing saya untuk membuka wawasan kita bahwa untuk sukses jangan takut berdagang.

Iklan