IT Green Membawa Startup Software Desa di Techinasia Singapore 2018

techinasiasgKali ini saya akan menuliskan sebuah perjalanan Startup Lokal di Kota Medan yang berhasil membawa Aplikasi yang mereka buat untuk di pamerkan di Acara Konferensi tahunan terbesar Startup Asia yaitu Techinasia Singapore 2018.

LOGO IT GREEN
Logo Komunitas IT Green

Mungkin banyak yang tidak mengenal saya karena di dunia nyata memang saya kurang dikenal tapi sangat berbeda di dunia maya. Dengan menggunakan nama Abdul Kadir Syamsuir saya sekarang memutuskan untuk bekerja di Industri Kreatif khususnya di Sumatera Utara.

hal 7 itgreen
Kegiatan Indigo Incubator Telkom 2013

Komunitas IT Green saya bangun 10 tahun yang lalu berawal dari kegelisahan saya ketika mengajar di UPN “Veteran” Surabaya dimana mahasiswa yang saya ajarkan hanya mengandalkan Dosen saja di dalam mencari ilmu kalau istilah dulu Teacher Center Learning (TCL). Saat ini metode itu sudah tidak dipakai lagi karena sekarang Siswa yang menjadi pusat pembelajaran alias Student Center Learning (SLC). Ketika saya kembali ke kota medan tahun 2012 Komunitas IT Green saya kembangkan di Medan dan di tahun 2013 dipercaya oleh Telkom Indonesia, Tbk menjadi Partner Lokal untuk kegiatan INDIGO INCUBATOR 2013 di kota Medan.

Singkat cerita Komunitas IT Green terus berkembang dan di tahun 2015 sempat membuat sebuah Startup E-Commerce dengan nama KAKI4MEDAN tapi karena waktu itu masih belum banyak tau mengenai dunia startup akhirnya Kaki4medan gagal berkembang dan hanya sempat bertahan 1 tahun saja. Saya sempat mengingat perkataan seorang Coaching Startup bahwa dari 10 startup yang dibangun hanya 1 yang akan bertahan dan itu adalah proses yang harus dilalui.

community partner
Community Partner Techinasia Jakarta 2016

Di tahun 2016 Komunitas IT Green mendapatkan tawaran kerjasama dengan Techinasia Indonesia yang akan membuat kegiatan di kota Medan untuk mempromosikan Road Show Techinasia Jakarta 2016. Waktu itu saya langsung mengambil kesempatan untuk membantu mempromosikan kegiatan tersebut di Komunitas IT Green dan komunitas lainnya di kota medan. Alhamdulillah akhirnya Komunitas IT Green dipercaya untuk menjadi Community Partner di Perhelatan akbar Techinasia Jakarta 2016 dengan mendapatkan 2 tiket pass masuk gratis dan diskon 20% bagi anggota IT Green.

logo software desa
Logo Software Desa

Saat memasuki tahun 2017 saya bertemu dengan beberapa teman baru yang memiliki visi dan misi sama membangun bisnis di bidang Teknologi Informasi dan akhirnya kami bersepakat untuk bergabung dan membentuk sebuah perusahaan Cv. Sofindo Takdir Berjaya di akhir tahun 2017 dan membuat sebuah Aplikasi yang diperuntukkan untuk masyarakat di Pedesaan. Ternyata Aplikasi yang dibangun tersebut sangat berguna dan bermanfaat buat masyarakat desa di dalam mengelola Administrasi Desa dan sistem laporan akuntansi keuangan Badan Usaha Milik Desa sehingga kami sering melakukan perjalanan ke luar kota bahkan luar sumatera utara untuk sosialiasi dan pelatihan Aplikasi Smart Desa dan Smart Bumdes. Secara finansial Aplikasi Software Desa sudah dapat mencukupi kebutuhan kami sebagai Perusahaan rintisan awal walau pun masih banyak kekurangan dari aplikasi software desa yang harus kami perbaiki sehingga menjadi cukup lengkap.

Tiket Techinasia 2018 Abdul Kadir
Tiket Techinasia Singapore 2018

Memasuki tahun 2018 awal saya beinisiatif membawa Software Desa tidak hanya sekedar produk yang siap jual tapi lebih ke sebuah produk pembelajaran dari suatu Startup yang dibangun untuk tujuan menghasilkan produk yang dapat digunakan oleh orang banyak. di Bulan Februari 2018 saya mendaftarkan Software Desa untuk mengikuti pameran startup terbesar di Asia Techinasia Singapore 2018. Awalnya saya tidak yakin untuk bisa ikut pameran karena yang pertama dari sisi teknologi sudah kalah dan financial kami yang tidak siap untuk membayar tiket menyewa boot dan tiket untuk 2 orang sebesar USD $597,-. Tapi saya tetap mendaftar melalu situs resmi Techinasia Singapore 2018 dan Alhamdulillah mendapat respon positip dimana saya dihubungi oleh Manager Techinasia Singapore 2018 Regina melalui Whatsapp Call untuk di interview mengenai Aplikasi Software Desa. Setelah saya menjelaskan dan mengirimkan Link Demo Aplikasi Software Desa dan bahan presentasi nya beberapa hari kemudian saya menerima email bahwa secara resmi diterima nya Software Desa untuk ikut pameran di Techinasia Singapore 2018. Tahap selanjutnya saya harus membayar biaya sebesar USD $597,- dan akhirnya saya mendapatkan pinjaman dana untuk itu. Sekarang tinggal menunggu akhir April 2018 untuk persiapan bahan bahan apa saja yang akan dibawa saat pameran di Techinasia Singapore 2018.

Sambil menunggu saya mencoba lagi untuk membawa Aplikasi Software Desa mengikuti ajang kompetisi Startup dari Crowdo di Fintech Day 2018 di Hotel Santika Medan pada tanggal 22 Maret 2018 dan Alhamdulillah sekali lagi Aplikasi Software Desa tembus 5 besar untuk mengikuti Coaching Clinic untuk dipresentasikan di depan dewan juri dan terpilih menjadi juara 3.

Dari semua yang sudah saya dan Tim Software Desa lalui kami yakin bahwa kita orang Medan sebenarnya tidak kalah dengan yang ada di Jawa bahkan luar negeri diperlukan keberanian dan keseriusan serta sikap untuk mau terus belajar dari kesalahan dan pantang menyerah. Akhirnya saya memutuskan untuk berjanji di 2020 membawa 10 Startup Lokal Medan pameran di Techinasia Sinagapore dan India. Cara nya dengan menggandeng Co Working Betahive yang berada di Jalan abdullah Lubis Medan  (https://betahive.co.id/) bekerjasama mensosialisasikan kegiatan kegiatan Startup dan pembentukan Incubator di Betahive dengan dibantu para Mentor dan Coach dari Jakarta dan Lokal Medan. Kami berharap kerjasama ini dapat menghasilakan Startup Startup keren dan dapat bersaing di dunia Global. Sehingga SDM Lokal tidak dipandang sebelah mata lagi oleh Pemerintah dan Institusi Swasta dan dunia industri.

(Penulis : Abdul Kadir Syamsuir, Praktisi IT & Technopreuneur)

Iklan

3 respons untuk ‘IT Green Membawa Startup Software Desa di Techinasia Singapore 2018

Komentar ditutup.