SMART UMKM Aplikasi Laporan Keuangan Untuk UMKM

UMKMKali ini saya ingin mengangkat topik mengenai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi sangat ramai diperbicangkan karena kelesuan ekonomi yang terjadi.  UMKM sudah terbukti yang bertahan di saat krisi ekonomi tahun 2008 namun pengelolaan yang salah mengakibatkan UMKM hanya jalan di tempat.

Sebelum lebih jauh saya jelaskan dahulu pengertian dari UMKM.

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan / atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Secara umum ciri ciri UMKM adalah : manajemen berdiri sendiri, modal disediakan sendiri, daerah pemasarannya lokal, aset perusahaannya kecil, dan jumlah karyawan yang dipekerjakan terbatas. Asas pelaksanaan UMKM adalah kebersamaan, ekonomi yang demokratis, kemandirian, keseimbangan kemajuan, berkelanjutan, efesiensi keadilan, serta kesatuan ekonomi nasional.

Contoh Bisnis UMKM

Bisnis yang bagaimanakah yang termasuk bisnis UMKM? maka kita harus melihat ulang KRITERIA UMKM diatas, bila bisnis tersebut masuk dalam kriteria yang telah dijelaskan maka bisnis tersebut merupakan bisnis UMKM, Contoh UMKM :

Contoh UMKM Bidang Kuliner – Jualan cemilan, gorengan, jualan makanan, membuka rumah makan, membuka restoran kecil atau bisa juga membuka usaha kafe.

Contoh UMKM Bidang Fashion – toko pakaian skala kecil, distro yang menjual pakaian khusus untuk anak muda, toko batik, baju muslim dan lain sebagainya. Namun apabila anda memiliki modal yang pas-pasan tak perlu takut untuk memulai usaha fashion, karena saat ini sudah banyak supplier fashion yang menawarkan penjualan dengan sistem reseller dan dropshipping.

Contoh UMKM Bidang Pertanian – Bisnis UMKM dalam bidang pertanian ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan, negara kita ini memiliki tanah yang cukup subur,  70% mayoritas pekerjaan masyarakat Indonesia ialah Petani. Melihat hal yang demikian tentunya usaha apapun di bidang pertanian memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Contoh UMKM bidang pertanian cukup banyak seperti usaha pertanian padi, jagung, sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan lain sebagainya.

UMKM adalah usaha kerakyatan yang saat ini mendapat perhatian dan keistimewaan yang diamanatkan oleh undang-undang, antara lain bantuan kredit usaha dengan bunga rendah, kemudahan persyaratan izin usaha, bantuan pengembangan usaha dari lembaga pemerintah, serta beberapa kemudahan lainnya. (Sumber : http://www.etrade.id/2016/05/umkm-definisi-kasifikasi-dan-contohnya.html)

SMART UMKM

Satu hal yang lebih penting dari pengelolaan diatas adalah mengelola keuangan UMKM. Banyak UMKM yang gulung tikar karena masalah keuangannya tidak dikelola. Untuk saya dan beberapa teman di Software Indonesia (Sofindo) membuat sebuah Aplikasi Sistem Laporan Keuangan untuk UMKM sehingga dapat mengontrol uang masuk dan uang keluar serta melihat neraca keuangan juga laporan rugi/laba.

smart ukmAplikasi bernama Smart UMKM yang dibuat se sederhana mugkin dan pemakaiannya juga sangat mudah. Tidak diperlukan pengetahuan Akuntansi yang rumit cukup dengan memahami transaksi umum uang masuk dan uang keluar.

Untuk informasi dan demo aplikasi Bapak/Ibu dapat menghubungi nomor WA 0821 6405 7424. Semoga artikel ini bermanfaat.

(Penulis : Abdul Kadir Syamsuir, Praktisi IT & Technopreuneur)

Iklan