APLIKASI MONITORING ASET DESA UNTUK SMART DESA

logo aplikasi aset desaLatar Belakang

Undang-Undang 6 Tahun 2014 tentang Desa menggambarkan itikad Negara untuk mengotonomikan Desa, dengan memberikan berbagai kemandirian kepada Pemerintahan Desa seperti Pengelolaan Keuangan Desa dan Aset Desa. Untuk dapat mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance), maka tugas yang diemban oleh Pemerintahan Desa berdasarkan kewenangan yang diberikan akan semakin berat dalam penyelenggaraannya, oleh karena itu Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri memiliki tugas yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri adalah menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan salah satu fungsinya adalah perumusan kebijakan di bidang fasilitasi pengelolaan keuangan dan aset Desa.

2Kebijakan tentang Pengelolaan Aset Desa sebagaimana telah diterbitkannya PeraturanMenteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa, dimana dalamPasal 28 ayat (2) menyatakan perlu disusun Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa, agar penatausahaan Aset Desa yang meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan kekayaan milik Desa dapat terwujud dengan tertib, efektif dan optimal sesuai prinsip-prinsip pengelolaan aset pada umumnya.

Berangkat dari permasalahan di atas dan mengingat pentingnya kodefikasi Aset Desa, maka Direktorat Fasilitasi Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri sesuai tugas dan fungsi di Tahun Anggaran 2017 melakukan Penyusunan Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa melalui pembahasan dalam Diskusi Terarah (Forum Group Discussion) dengan instansi terkait secara terus menerus dan diharapkan akan menghasilkan suatu kebijakan Peraturan Menteri Dalam Negeri yang mengatur tentang Pedoman Umum Kodefikasi Aset Desa. (Sumber : Pedoman-umum-kodefikasi-aset-desa-final-2017)

1Dalam Pasal 2 Permendagri No 1 tahun 2016 tentang Aset Desa ini dijelaskan tentang jenis dan kekayaan aset Desa. Pasal 2 ayat 1 Menyebutkan Jenis Aset Desa adalah :

  1. Kekayaan asli desa;
  2. Kekayaan milik desa yang dibeli atau diperoleh atas beban APBDesa;
  3. Kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis;
  4. Kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan/atau diperoleh berdasarkan ketentuan peraturan undang-undang;
  5. Hasil kerja sama desa; dan
  6. Kekayaan desa yang berasal dari perolehan lain yang sah.

Pasal 2 ayat 2 menyebutkan tentang kekayaan asli desa yaitu, terdiri atas:

  1. Tanah kas desa;
  2. Pasar desa;
  3. Pasar hewan;
  4. Perahu;
  5. Bangunan desa;
  6. Pelelangan ikan yang dikelola oleh desa;
  7. Pelelangan hasil pertanian milik desa;
  8. Mata air milik desa;
  9. Pemandian umum; dan
  10. Lain-lain kekayaan asli desa.

Keunggulan Sistem Monitoring Aset Desa  mencakup :

  1. Dengan menggunakan aplikasi aset desa, maka Buku Inventaris Aset Desa secara otomatis akan terbentuk berdasarkan periode tahun.
  2. Adanya fasilitas Data Query yang cepat, akurat dan valid.
  3. Dengan menggunakan aplikasi aset desa, maka pengguna sistem aplikasi dapat melakukan Rekapitulasi Daftar Mutasi Aset sesuai dengan kelompok Golongan Aset.
  4. Adanya fasilitas Tambahan File Gambar sebagai Bukti Aset Desa.
  5. Adanya fasilitas Penghapusan Data Aset.

Dibangun dengan prinsip kemudahan (user friendly), sistem aplikasi ini memberikan kemudahan dalam penginputan dan pengolahan segala Data Aset Desa. Adapun Fitur aplikasi aset desa meliputi :

1. Menggunakan Database MySQl;
2. Menggunakan PHP Open Source yang dapat dikembangkan secara mudah;
3. Dapat bekerja pada jaringan LAN (Local Area Network);
4. Dapat bekerja pada jaringan Internet;
5. Memiliki Data Backup;
6. Mampu terintegrasi Online

Aplikasi ini menggunakal localhost jadi membutuhkan xamp untuk bisa menjalankannya.

Aplikasi Monitoring Aset Desa adalah Aplikasi ke 3 dari 9 Aplikasi Smart Desa yang kami miliki dan ini sudah dipergunakan oleh salah satu Kabupaten di Sumatera Utara dengan melakukan Bimbungan Teknik di salah satu Hotel di Kota Medan dengan menghadirkan nara sumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Sofindo sebagai pembuat Aplikasi.

Semoga Aplikasi Monitoring Aset Desa ini memberikan solusi bagi masyarakat di desa dalam mengelola aset yang dimiliki.

(Penulis : Abdul Kadir Syamsuir, CEO Sofindo, Praktisi IT & TEchnopreuneur)

Iklan