IBU PERTIWI BERDUKA…#SAVEINDONESIA

dukungan-untuk-warga-surabaya-atas-bom-bunuh-diri-di-surabaya-foto-persebayasurabaya1927Jujur saja sewaktu saya mengetikkan jari jari di depan tombol keyboard ada perasaan sedih yang amat dalam terhadap aksi yang dilakukan oleh segelintir orang mengatasnamakan agama dan keadilan.

Surabaya bukan kota yang asing bagiku karena hampir 4 tahun aku pernah tinggal disana dan aku mengerti bagaimana masyrakatnya. Mereka bukan orang orang yan mudah menyerah dengan keadaan. Mereka adalah arek arek suroboyo yang memiliki semangat dan cinta dengan tanah air. Tapi di minggu pagi itu tanggal 13 Mei 2018 surabaya kota Pahlawan itu berduka dengan aksi radikal dan brutal dari sekelompok orang yang salah jalan dan salah menafsirkan arti dari perjuangan.

Korban berjatuhan dan serangan terhadap aparat keamanan semakin membuat situasi memanas. Entah dimana letak hati nurani mereka seakan mereka samakan ini seperti medan perang yang dijadikan tempat balas dendam. Keluarga dijadikan korban dan orang orang yang tidak bersalah dijadikan balas dendam yang tidak jelas apa tujuannya.

Teroris julukan yang pas buat mereka sepertinya sudah tidak ada yang perlu disangsikan lagi bahwa mereka memang mau menghancurkan negeri ini. Untuk itu mari kita sebagai warga negara untuk sama sama membantu pemerintah terutama dengan melakukan deteksi dini kehadiran mereka di sekitar kita. Curiga itu perlu untuk kewaspadaan lingkungan kita serta melaporkan kegiatan mereka di media sosial mulai dari yang menyebarkan Hoax sampai mengajak berbuat makar. Jangan beri ruang buat mereka dan mari kita bersatu untuk melawan mereka.

Allah tidak akan memberikan cobaan kepada suatu kaum dan memberikan jalan keluar dari masalah tersebut. Indonesia di coba karena kita akan menjadi negara yang besar, dan ujian untuk menjadi negara besar adalah dengan mendapatkan ujian yang juga besar, kalau kita bangsa Indonesai bisa melewati ujian ini maka yakinlah kegemilangan dan kemenangan sudah di depan mata.

711f62fe-1aba-433c-abfd-1fd438250c77Mari kita semua dapat menjadi masyarakat yang beradab dan beretika dalam bernegara jangan hanya memaksakan keinginan sendiri yang mengakibatkan orang lain menjadi korban. Mari bersama kita selamatkan negara Indonesia dari orang orang yang berfikiran picik dan pendek.

(Penulis : Abdul Kadir Syamsuir, CEO Sofindo, Praktisi IT & Technopreuneur)

Iklan